INILAH.COM, New York - Minyak dunia melemah pada perdagangan Kamis (12/1) setelah Uni Eropa dapat menunda larangan impor minyak dari Iran untuk 6 bulan ke depan.
Minyak AS jenis light sweet turun US$1,7 menjadi US$99,10 per barel dari posisi sebelumnya di US$102,98 pe barel untuk pengiriman Februari. Sedangkan minyak jenis Brent turun 98 sen menjadi US$111,26 per barel di London. Demikian mengutip yahoofinance.com.
Pejabat Uni Eropa menyatakan sebuah kesepakatan terjadi untuk memberi tenggang waktu sebelum larangan impor dari Iran berlaku. Embargo tersebut merupakan bentuk sanksi dari AS dan sekutunya karena dugaan Iran mengembangkan program nuklir termasuk untuk persenjataan.
AS juga telah berhasil menekan Jepang dan negara Asia lainnya untuk menghentikan impor minyak dari Iran. Hal ini semakin menambah tekan terhadap Iran yang pada bulan lalu, Uni Eropa telah memutuskan untuk menghentikan impor minyak dari Iran untuk enam bulan. Namun kepastian tersebut menjadi belum jelas menjelang pertemuan Uni Eropa pada 23 Januari mendatang.
Kenaikan harga minyak yang sempat terjadi didorong kerusuhan yang terjadi di Nigeria. Sebagai produsen minyak terbesar di Afrika telah mengalami aksi unjuk rasa nasional selama empat hari.
KOMENTAR
Isi komentar sepenuhnya merupakan pendapat pribadi pengirim, dan TIDAK mencerminkan kebijakan editorial redaksi Maesarah News. Maesarah News tidak bertanggung jawab terhadap isi komentar dari pengunjung. Setiap komentar yang kami anggap tidak pantas akan kami hapus. Komentar anda bisa dibaca dan menjadi masukan berarti bagi seluruh bagian di Maesarah News.
Beri Komentar

